Monthly Archives: Mei 2014

Beginilah Seharusnya Kita Bersaudara

Disebuah desa yg subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara.

Sang kakak tlh berkeluarga dgn 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang.

Mereka menggarap satu lahan berdua dan ktka panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. “pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku lah yg mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya.

“Maka dimalam yang sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya”.

Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, “pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih bnyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku.”

Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam2 ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu ditengah jalan.

Masing2 mereka menggotong satu karung padi.

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu ber urai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Beginilah seharusnya kita bersaudara.

Jangan biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara saudara.

Tuhan telah menanamkan cinta pada hati mereka yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mereka.

Tuhan tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain.

Tuhan tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan orang lain…!

Iklan
Categories: Islam, Kisah | Tinggalkan komentar

They Stay Together

Hari ini saya duduk dengan kedua anak saya wanita, usianya 4 dan 6 tahun.
Saya tidak tau bagaimana cara menjelaskan ke mereka, karena kita harus pindah rumah,
pindah dari rumah besar yang punya 4 kamar tidur menjadi 1 rumah dengan 1 kamar tidur,
dimana anak saya yang biasanya tidur sendiri-sendiri, sekarang harus tidur bersama kami orang tuanya,
kenapa?

karena saya baru kehilangan pekerjaan saya setahun yang lalu dan saya tidak bisa lagi membayar kontrakan rumah saya.

saya memberanikan diri dan saya katakan itu kepada anak saya, kedua anak saya duduk dan saya berkata kepada mereka,
“sayang, mulai bulan depan harus pindah rumah”,
“rumah yang baru tidak sebesar ini, rumah yang baru hanya punya satu kamar, dan kalian tidak bisa tidur sendiri,
karena papa tidak punya uang untuk bayar rumah yang besar”

Luar biasanya  adalah anak saya yang paling kecil tiba-tiba bertanya kepada saya,

“kita pindah semua atau cuma ayah doang yang pindah?”

saya mengatakan, “kita pindah semua”

dan dia membalas, “kalau gitu masalahnya apa?”


True Story dari tayangan Hitam Putih,

Categories: Kisah | Tinggalkan komentar

Tentang Fadhilah RAJAB


Hukum asal semua peribadatan itu adalah tidak boleh dilakukan (harom) kecuali kalau ada petunjuk dalilnya.

Maka semua bentuk peribadatan mahdhoh (sudah ditentukan syarat dan rukunnya), termasuk yang berkenaan dengan bulan rajab, tanpa dalil yang maqbul, tak boleh dilakukan..bahkan mengarah ke bid’ah.

Bila pada masalah Aqidah kita sepakat harus berdasar Al- Qur’an dan hadist yang mutawatir, maka pada masalah ibadah “mahdhoh” kita harus mendasarinya dengan dalil al- qur’an atau hadist- hadist yang bernilai Shohih saja, baik shohih lidzaatihi maupun shohih lighoirihi.

Adapun hadist Hasan atau dho’if ringan hanya boleh untuk urusan akhlaaqul Kariimah/ fadhoo’ilul a’mal, tak cukup untuk sandaran untuk melakukan Ibadah Mahdhoh. (Lihat Manhaj Dzawin Nadhor: Syekh Makhfudh At- Turmusi, As- Sunnah wamakaanatuha Fit Tsyrii’il Islaami.dll)

Baca lebih lanjut

Categories: Islam | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.