Monthly Archives: Juli 2014

Perjalanan ke Kampung Halaman Butuh 23 Tips


1. Sholat Istikharah Sebelum Mudik

Apabila ahlussunnah bertekad untuk melakukan safar (mudik), disunnahkan untuk istikharah (meminta pilihan) kepada Allah. Dia melakukan shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian berdoa dengan doa istikharah sebagai berikut, (artinya),

“Ya Allah, sungguh aku meminta pilihan dengan ilmu-Mu, meminta ketentuan dengan takdir-Mu, aku meminta karunia-Mu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha berkuasa, sedangkan aku tidak berkuasa. Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui. Engkau Maha Mengetahui perkara ghaib. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa urusanku ini (sebutkan urusan anda) lebih baik bagiku, agamaku, hidupku, dan akhir urusanku, maka berilah aku kemampuan untuk melakukannya. Mudahkanlah urusanku dan berilah aku barakah padanya. Namun jika Engkau tahu bahwa urusanku ini (sebutkan urusan anda) jelek bagiku dalam hal agama, kehidupan, dan akhir urusanku, maka palingkanlah urusan itu dariku. Palingkanlah aku dari urusan itu. Tentukanlah kebaikan itu untukku di manapun dia, dan jadikanlah aku ridha dengannya.”
(HR. Al-Bukhari no. 6382, Abu Dawud no. 1538, dan lainnya)

Al-Hafizh Ibnu Hajar membawakan ucapan Ibnu Abi Jamrah ketika menjelaskan sabda Nabi,

“Sesungguhnya pada perkara yang wajib, mustahab, haram, dan makruh, tidak disyariatkan untuk melakukan istikharah. Perkaranya terbatas pada hal yang mubah dan hal yang mustahab apabila dihadapkan pada dua perkara, mana yang harus dia pilih.”
(Fathul Bari, 11/188)

Oleh karena itu, safar yang wajib dan mustahab yang jelas, tidak disyariatkan untuk melakukan shalat istikharah. Terlebih lagi pada safar yang makruh dan haram.

2. Musyawarah Sebelum Mudik

Dianjurkan bagi orang yang hendak melakukan safar untuk bermusyawarah dengan orang yang dipercaya agamanya, berpengalaman, serta mengetahui tentang safar yang akan dia lakukan.

Allah azza wa jalla berfirman:

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka pada urusan itu.”
(Ali ‘Imran: 159)

3. Menyiapkan Bekal Mudik

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata,

“Seorang musafir tidaklah pantas berkata: ‘Aku akan safar tanpa bekal. Cukup dengan bertawakkal.’ Ini adalah ucapan bodoh, karena membawa bekal dalam safar tidaklah mengurangi maupun bertentangan dengan tawakkal.”
(Mukhtashar Minhajil Qashidin, hal. 121)

Bawalah makanan, minuman, pakaian atau yang lain, karena yang demikian sudah dimaklumi bersama.

4. Tidak Sendirian Saat Mudik

Sangat ditekankan untuk melakukan safar berjamaah minimal 3 orang. Melakukan safar sendirian adalah hal yang dimakruhkan berdasarkan hadits Abdullah bin Umar, Rosululloh shollallohu alayhi wasallam bersabda,

“Seandainya manusia mengetahui jeleknya bersendirian seperti apa yang aku ketahui, niscaya dia tidak akan mengadakan perjalanan di malam hari sendirian.”
(HR.Al-Bukhari no. 2998)

Maka saat mudik, ajaklah keluarga, teman, atau yang lainnya. Usahakan tidak bersendirian.

Hanya saja jika dalam keadaan terpaksa atau memang tidak ada orang yang bisa menemaninya sementara dia harus safar segera, maka insya Allah ada uzur baginya.
Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Backpackeran, Islam | 1 Komentar

Bocah Ini Menjawab: Ini Adalah Jalan yang Akan Mengantarkan Kalian ke Masjid


Bu Basyar berkata, “Aku bepergian bersama temanku menuju kta Shan’a (Yaman). Pada suatu malam kami sepakat untuk pergi ke bioskop yang kami belum tahu jalan menuju ke sana. Karena kami tahu bahwa pergi ke bioskop adalah sebuah perbuatan yang tercela, kami pun tidak bertanya kepada orang-orang dewasa dimana tempatnya. Maka kami mencari-cari anak-anak kecil.

Di saat kami sedang mencari cari, tampak di hadapan kami seorang anak kecil yang usianya tidak sampai sembilan tahun. Saat itu adalah waktu antara dua shalat, yaitu shalat Maghrib dan shalat Isya’. Lalu kamipun bertanya kepadanya tentang jalan menuju bioskop. Anak kecil itu melihat kepada kami dengan merenung kemudian berkata,

”Ini adalah jalan yang akan mengantarkan kalian ke bioskop, dan ini adalah jalan yang akan mengantarkan kalian ke masjid.”

Baca lebih lanjut

Categories: Islam, Kisah | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.