Bocah Ini Menjawab: Ini Adalah Jalan yang Akan Mengantarkan Kalian ke Masjid


Bu Basyar berkata, “Aku bepergian bersama temanku menuju kta Shan’a (Yaman). Pada suatu malam kami sepakat untuk pergi ke bioskop yang kami belum tahu jalan menuju ke sana. Karena kami tahu bahwa pergi ke bioskop adalah sebuah perbuatan yang tercela, kami pun tidak bertanya kepada orang-orang dewasa dimana tempatnya. Maka kami mencari-cari anak-anak kecil.

Di saat kami sedang mencari cari, tampak di hadapan kami seorang anak kecil yang usianya tidak sampai sembilan tahun. Saat itu adalah waktu antara dua shalat, yaitu shalat Maghrib dan shalat Isya’. Lalu kamipun bertanya kepadanya tentang jalan menuju bioskop. Anak kecil itu melihat kepada kami dengan merenung kemudian berkata,

”Ini adalah jalan yang akan mengantarkan kalian ke bioskop, dan ini adalah jalan yang akan mengantarkan kalian ke masjid.”

Dan dia mengisyaratkan dengan tangannya kepada dua jalan tersebut. Kami pun tercengang dengan jawaban dan kebijaksanaannya saat dia memperingatkan kami bahwa jalan yang kami tuju adalah jalan keburukan, dan dia menjelaskan kepada kami jalan kebaikan. Maka kami pun meniti jalan menuju masjid, lalu kami melangkah dengan langkah-langkah kembali bertaubat kepada Allah.

Alangkah baiknya anak itu, mudah- mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala membalasnya dengan kebaikan, demikian pula kami.(Disadur dari Kitab Athfaal Lakin Du’aat)

Saudaraku, mari kita belajar dari kisah nyata ini, sejenak kita membenahi diri ini yang selama ini jauh dari masjid dan ‘malah’ mencari tempat yang tidak bermanfaat.

Memang tempat kita berbeda dengan kisah di atas. Mereka berada di Yaman, sementara kita di Indonesia.

Tapi, tahukah kita bahwa kondisi kita lebih parah?

Lihatlah diri kita ini, malah sibuk menonton piala dunia, ketimbang mempersiapkan diri ke masjid!

Kita lebih sibuk menonton debat capres, daripada membaca al-Quran di masjid.

Kita sibuk ke Mall daripada ke masjid.

Padahal di negeri ini banyak sekali orang yang berilmu, ratusan ustadz tersebar, dan ribuan kali mereka menyeru ummat agar sibuk dengan perkara bermanfaat.

Mengapa kita tak kunjung bertaubat?

Ataukah kita ingin anak kecil dari Yaman itu datang kepada kita dulu? Yang kemudian menasehati kita pergi ke masjid?

Apakah kita menunggu diberikan opsi oleh anak itu,

“Ini jalan menuju warkop nontong bareng piala dunia dan ini jalan pergi ke masjid!”

“Ini jalan nontong bareng debat capres dan ini jalan ke masjid.”

“Ini jalan ke Mall dan ini jalan ke masjid!”

Wallohulul musta’an.

Semoga Alloh azza wa jalla memberi taufik kepada kita semua….[]

(Abu Hanin)–Bontote’ne, 3 Romadhon 1435 H

Iklan
Categories: Islam, Kisah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: