Kisah

Sebuah Kisah Yang diharapkan bisa memotivasi kita

Supir Taksi Wally

Suatu ketika, Harvey Mackay sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Kemudian, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya.
Sang supir taksi pun keluar dengan berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang.
Sang supir kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata, “Nama saya Wally. Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya. “

Harvey kemudian membaca kartu tersebut, yang tertulis “Misi Wally: Mengantar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat.”

Harvey sangatlah terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih.
Di belakang kemudi, Wally berkata
“Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.”

Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.” dan ternyata, Wally menjawab,
“Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.”
Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata “Saya mau Diet Coke saja.” Baca lebih lanjut

Categories: Islam, Kisah | Tinggalkan komentar

Bocah Ini Menjawab: Ini Adalah Jalan yang Akan Mengantarkan Kalian ke Masjid


Bu Basyar berkata, “Aku bepergian bersama temanku menuju kta Shan’a (Yaman). Pada suatu malam kami sepakat untuk pergi ke bioskop yang kami belum tahu jalan menuju ke sana. Karena kami tahu bahwa pergi ke bioskop adalah sebuah perbuatan yang tercela, kami pun tidak bertanya kepada orang-orang dewasa dimana tempatnya. Maka kami mencari-cari anak-anak kecil.

Di saat kami sedang mencari cari, tampak di hadapan kami seorang anak kecil yang usianya tidak sampai sembilan tahun. Saat itu adalah waktu antara dua shalat, yaitu shalat Maghrib dan shalat Isya’. Lalu kamipun bertanya kepadanya tentang jalan menuju bioskop. Anak kecil itu melihat kepada kami dengan merenung kemudian berkata,

”Ini adalah jalan yang akan mengantarkan kalian ke bioskop, dan ini adalah jalan yang akan mengantarkan kalian ke masjid.”

Baca lebih lanjut

Categories: Islam, Kisah | Tinggalkan komentar

Beginilah Seharusnya Kita Bersaudara

Disebuah desa yg subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara.

Sang kakak tlh berkeluarga dgn 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang.

Mereka menggarap satu lahan berdua dan ktka panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. “pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku lah yg mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya.

“Maka dimalam yang sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya”.

Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, “pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih bnyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku.”

Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam2 ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu ditengah jalan.

Masing2 mereka menggotong satu karung padi.

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu ber urai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Beginilah seharusnya kita bersaudara.

Jangan biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara saudara.

Tuhan telah menanamkan cinta pada hati mereka yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mereka.

Tuhan tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain.

Tuhan tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan orang lain…!

Categories: Islam, Kisah | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.